span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Iman Usman: Dedikasi untuk Pendidikan
Oleh : Nanda Aulia Rachman
04 Mei 2018

Highlight

Saya salah seorang yang mengkritisi jalannya pendidikan di Indonesia.

iman usman
Seorang pengusaha pendiri perusahaan start-up bernama Ruangguru. Ruangguru adalah sebuah perusahaan start-up yang bergerak di bidang pendidikan.
Sumber: ytimg.com

Pendidikan merupakan sebuah pembeda, sebuah hal penting yang dapat menentukan nasib seseorang, bahkan satu bangsa. Setidaknya itulah yang sekiranya diyakini oleh tokoh inspiratif Kinibisa kali ini, Iman Usman dengan mendirikan perusahaan start-up di bidang pendidikan yaitu Ruangguru. Simak kisah inspiratifnya bersama Kinibisa!



"Rasanya menggelikan, orang-orang selalu menduga bahwa saya terinspirasi oleh tokoh tertentu."

Muhammad Iman Usman lahir di Padang, 21 Desember 1991. Ia merupakan salah satu Co-Founder dan CPO dari startup yang bergerak di bidang teknologi pendidikan, RuangGuru. Bersama Belva Delvara, ia mencoba mengubah dan memperbaiki akses dan layanan pendidikan bagi pelajar dan masyarakat Indonesia. Iman juga dikenal berkat keterlibatannya mendirikan Indonesia Future Leaders.

Inspirasi dari Hal-Hal Sederhana
 

iman usman
Iman Usman.
Sumber: skystarventures.com

Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki dan juga anak bungsu dalam keluarganya yang terdiri dari enam anak. Kedua orang tuanya tak mengenyam pendidikan kuliah. Lingkungan dan didikan yang ia peroleh tergolong tradisional dan sederhana.

Iman menceritakan bahwa inspirasi utamanya datang dari serial Harry Potter. “Rasanya menggelikan, orang-orang selalu menduga bahwa saya terinspirasi oleh tokoh tertentu,” ia tertawa. “Namun, sesungguhnya tidak demikian,” katanya. Ia mengakui dirinya merupakan fans garis keras dari serial ini. Ia habiskan berjam-jam waktunya untuk berselancar di dunia maya, chatting dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia di komunitas Harry Potter, dan memainkan game yang merupakan adaptasi dari novelnya.

baca juga: kisah inspiratif Hendrik Tio

Hal inilah yang mendorongnya untuk belajar. Iman memaksa dirinya untuk menguasai Bahasa Inggris karena dirinya tidak sabar menunggu novel terjemahan yang terurung lama dirilis di Indonesia. Dari situ, Iman mengaku banyak belajar banyak hal seperti persahabatan, keberanian, dan kemauan untuk belajar

Iman dan Kehidupan Sebagai Pelajar
 

Penghargaan Mapres UIIman merupakan pemenang penghargaan Mahasiswa Berprestasi UI dan Nasional pada 2012.
Sumber: wordpress.com

Sejak kecil, Iman juga sudah dikenal sebagai anak yang pintar dan peduli dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Sewaktu berumur 10 tahun, Iman rutin menyediakan buku-buku bacaan untuk dibaca teman-temannya yang tidak mampu membeli buku. Di masa SMA lah kontribusi Iman mulai terlihat di mata publik.

Pada 2008, ia dianugerahi penghargaan pemimpin muda Indonesia 2008 dari presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono dan UNICEF Indonesia. Ia juga menjadi duta junior Mondialogo untuk Dialog Antarbudaya 2008 oleh Daimler dan UNESCO. Iman lulus dari SMA Negeri 1 Padang dengan raihan nilai Ujian Nasional tertingggi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Iman melanjutkan studinya di program studi Hubungan Internasional FISIP UI dari tahun 2009 sampai dengan 2013. Ia mencetak banyak prestasi dan menginisiasi sebuah gerakan non-profit anak muda, Indonesia Future Leaders. Beberapa prestasi yang ia raih selama berkuliah di antara lain;

  • Pemenang Youth Achiever Recognition Award 2009
  • Salah seorang pendiri dan Presiden Indonesian Future Leader, 2009
  • Peserta G20 Summit 2010, Toronto
  • Penerima beasiswa penuh Winter Course Program, Study of US for Student Leaders on Religious Pluralism di Amerika Serikat.
  • Mewakili Indonesia pada British Council Global Changemakers di Inggris, 2010
  • Juara I Microsoft Bloggership Competition, 2011
  • Penerima Global Teen Leaders oleh We Are Family Foundation 2011 di New York, Amerika Serikat
  • Duta Muda ASEAN Indonesia pada 2011
  • ASEAN Youth Award 2011 di Singapura
  • Penggagas Direktur Program Parlemen Muda Indonesia
  • Mahasiswa Berprestasi Nasional 2012
  • Penerima nominasi Kick Andy Heroes 2011
  • Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional 2012
  • Penerima Riady Scholar 2013
  • Global Shapers of World Economic Forum 2013
  • WISE Learners Fellow 2013 oleh Qatar Foundation

Iman usman di markas newyork
Iman Usman di markas PBB, New York.
Sumber: bp.blogspot.com

Usai menamatkan kuliahnya, ia melanjutkan studinya di Columbia University, New York, Amerika Serikat. Iman mengambil master di program studi International Education Development selama satu tahun dengan IPK 3.90. Selama studinya di Amerika Serikat, ia menjadi perwakilan untuk Yayasan Cinta Anak Bangsa.

Visi Iman menuju RuangGuru
 

iman di kantor ruangguru
Iman Usman di kantor RuangGuru.
Sumber: waktuku.com

Iman merasa bahwa pendidikan telah membawa dirinya ke taraf kehidupan yang lebih baik. “Saya ingin orang lain memandang saya dan keluarga saya dengan cara yang berbeda. Saya ingin tunjukkan bahwa pendidikan merupakan kendaraan dalam meraih impian,” ujarnya mantap kepada Tech In Asia (29/01/2016). Oleh karena itu ia bertekad untuk mengubah jutaan nasib anak-anak yang tidak terekspos layanan pendidikan.

“Saya salah seorang yang mengkritisi jalannya pendidikan di Indonesia,” katanya dikutip dari Tech In Asia (29/01/2016). Iman sendiri menjelaskan bahwa argumennya didukung oleh studi yang dikeluarkan oleh Programme for International Student Assesment (PISA) 2015. Indonesia menempati posisi ke 64 dari 72 negara yang diteliti. Akan tetapi, 60 juta siswa yang terdaftar di Indonesia pada tahun itu menempatkan Indonesia sebagai negara keempat dengan sistem pendidikan terbesar di dunia.

Iman menggarisbawahi jurang pendidikan ini. Iman menekankan bahwa pendidikan adalah hak publik dan seharusnya gratis bagi semua orang. Namun dengan sistem infrastruktur dan sumber daya pengajar saat ini, Iman merasa bahwa ketersediaan layanan pendidikan belumlah mencukupi dan memadai.

baca juga: cara membuat strategi bisnis

“Saat siswa tak merasa mendapatkan pendidikan yang berkualitas di sekolah umum, mereka mencari sumber pendidikan lain di luar sekolah. Siswa juga sangat tertekan saat akan menghadapi ujian. Wajar jika mereka menginginkan waktu belajar tambahan. Itu hal yang lumrah dilakukan oleh siswa di Asia. Cina dan Singapura juga demikian,” ucap Iman dilansir dari Tech In Asia (29/01/2016).

Visi inilah dan pengalaman pribadinya mencari guru privat bersama Belva Delvara, sahabat sekaligus Co-Founder RuangGuru, yang memantapkan diri membangun sebuah wadah untuk memudahkan akses pendidikan secara digital di bawah PT. Ruang Raya Indonesia pada tahun 2013.

Membangun Pendidikan lewat RuangGuru
 

 

cofounder ruangguru
Co-Founder RuangGuru, Belva Delvara dan Iman Usman.
Sumber: amazonaws.com

RuangGuru menyediakan kebebasan bagi pelajar, atau mereka yang hendak mencari guru, untuk mencari dan berkomunikasi langsung dengan guru-guru privat yang telah terafiliasi. “Para siswa beranggapan kalau yang namanya guru biasanya sudah tua dan cenderung membosankan dalam mengajar. Saat mereka mencari guru privat, mereka ingin guru yang usianya lebih muda dari guru pada umumnya, sehingga mereka dapat dengan mudah berdiskusi dengannya,” sahut Iman kepada Tech In Asia (29/01/2016).

Pelajar dapat menemukan guru yang sesuai kriterianya dan terjamin karena telah diawasi dengan sistem rating oleh RuangGuru. RuangGuru sendiri tidak hanya bertujuan untuk memudahkan pelajar, tetapi juga memberikan mata pencaharian tambahan bagi guru-guru privat. Setiap transaksi yang terjadi, guru-guru mendapatkan potongan komisi 20%  dan memiliki opsi pelatihan dan keterlibatan guru di program personal development.

baca juga: kisah inspiratif Belva Devara

Saat ini RuangGuru sudah tersedia di beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera dan Jawa, walaupun masih berpusat di daerah Jabodetabek. RuangGuru mendapatkan pendanaan tujuh digit dolar AS dari putaran seri A oleh Ventura Capital dan East Ventures. RuangGuru menggencarkan programnya dengan merilis berbagai layanan baru yakni;

  • Layanan konsultasi lewat aplikasi mobile
  • Platform tes untuk menghadapi ujian semester hingga SBMPTN
  • Merilis program beasiswa yang diberikan lewat social influencer kepada masyarakat berupa program belajar berbentuk video
  • Bekerjasama dengan LINE merilis LINE Academy
  • Merilis Ruang Desa kerjasama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
  • Merilis program Smart School dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Hingga saat ini RuangGuru telah mempunyai 45.000 guru/pembimbing/pelatih dari berbagai keahlian dan sudah bermitra dengan 15 pemerintah provinsi dan 80 pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Peraih Global Laurette Education Fellow dan UNICEF Young Innovator ini telah menunjukkan dedikasinya bagi pendidikan Indonesia. Pada 2017, ia pun dinobatkan oleh Forbes Asia di daftar Forbes 30 Under 30 Asia bersama rekan, sekaligus CEO RuangGuru, Belva Delvara.

Kisah Iman Usman dalam mendirikan Ruangguru tentu dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia yang ingin menekuni industri start-up. Di samping itu, tekad mulianya memajukan dunia pendidikan Indonesia juga bisa menjadi motivasi membuat inovasi-inovasi terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Simak kisah tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!